Selasa, 31 Maret 2009
Ketawa-Ketawi (Pejabat Anti Korupsi)
Bule: "Pak, ada hadiah dari kami untuk bapak. Saya parkir dibawah mercy S 320."
Dirjen : "Anda mau menyuap saya? ini apa-apaan? tender dah kelar kok. jangan gitu ya, bahaya tau haree genee ngasih-ngasih hadiah."
Bule: "Tolonglah pak diterima. kalau gak, saya dianggap gagal membina relasi oleh kantor pusat."
Dirjen: "Ah, jangan gitu dong. saya gak sudi!!"
Bule (mikir ): "Gini aja, pak. gimana kalau bapak beli saja mobilnya..."
Dirjen: "Mana saya ada uang beli mobil mahal gitu!!"
Bule menelpon kantor pusat.
Bule: "Saya ada solusi, Pak. bapak beli mobilnya dg harga rp.10.000,- saja."
Dirjen: "Bener ya? OK, saya mau. jadi ini bukan suap. pake kwitansi ya.."
Bule: "Tentu, Pak.."
Bule menyiapkan dan menyerahkan kwitansi. dirjen membayar dengan uang 50 ribuan. mereka pun bersalaman.
Bule (sambil membuka dompet ): "Oh, maaf Pak. ini kembaliannya Rp.40.000,-."
Dirjen: "Gak usah pakai kembalian segala. tolong kirim 4 mobil lagi ke rumah saya ya..."
Bule : @#$%^&**(
Pesan Orang Tua
"Kenapa?"
Rabu, 18 Maret 2009
Berita Pemilu 2009 Pemimpin Parpol Tak Dikenal Publik
Sosok pemimpin sejumlah partai, termasuk partai yang sudah ikut pemilu sejak 1999, ternyata relatif tidak dikenal publik. Hasil survei Indonesia Research Development Institute (IRDI) yang digelar pada 5-12 Juli lalu menunjukkan, sosok pemimpin sejumlah partai ini kalah terkenal dibanding senior masing-masing.
Hasil survei itu juga memperlihatkan bahwa publik tidak mengenal nama-nama parpol baru peserta Pemilu 2009. Tingkat ketidaktahuan ini bahkan mencapai 84,5 persen.
Survei IRDI dilakukan terhadap 2.600 responden yang tersebar di 33 provinsi dengan proporsi kota 57,3 persen dan desa 42,7 persen. Tingkat kepercayaan survei ini 95 persen dengan sampling error 1,9 persen.
Menurut hasil survei itu, tokoh-tokoh lama parpol jauh lebih dikenal publik ketimbang figur-figur yang secara faktual kini memimpin masing-masing parpol. Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir, misalnya, hanya dikenal 24,96 persen responden. Sebanyak 58,23 persen responden ternyata masih menganggap Amien Rais sebagai Ketua Umum DPP PAN. Padahal, Soetrisno sudah sangat intensif mengiklankan diri di media massa lewat slogan "hidup adalah perbuatan".
Tifatul Sembiring juga ternyata relatif tak dikenal publik sebagai pemimpin puncak Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hanya 10,15 persen responden yang mengetahui Tifatul adalah Presiden PKS. Sementara 60,88 persen responden justru menyebut Presiden PKS adalah Hidayat Nur Wahid.
Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (9,88 persen) dan Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo (10,58 persen) juga kalah populer dibanding Hamzah Haz dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebanyak 62,15 persen responden menyatakan Hamzah Haz sebagai Ketua Umum PPP, dan 67,65 persen menyebut SBY sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat.
Sementara Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri boleh berbangga hati. Publik mengenal betul bahwa mereka adalah ketua umum partai masing-masing. Mega meraih 80,58 persen dan Jusuf Kalla 43,58 persen.
Arbi Sanit, pengamat politik yang juga mantan Ketua KPU menilai, minimnya popularitas pemimpin partai politik dan rendahnya pengetahuan publik terhadap parpol-parpol baru karena belakangan ini banyak pemimpin partai yang lahir secara instan, tidak melalui proses pengaderan dari bawah sehingga mereka tidak dikenal oleh publik luas.
Kucing Kami Demokrat Sejati
Di sebuah sekolah dasar di Moskow, Boris yang berusia enam tahun diminta gurunya memberikan contoh sebuah anak kalimat yang menerangkan sifat.
"Kucing kami baru saja beranak lima ekor," kata Boris, "Yang semuanya komunis sejati."
Bukan main senangnya hati pak guru melihat penguasaan Boris akan tata bahasa sekaligus slogan partai. Kalau nanti pengawas pendidikan dating ke sekolah itu, maka gurunya meminta Boris yang menjawab.
Minggu berikutnya, ketika pengawas pendidikan mengunjungi kelasnya, pak guru memberi isyarat pada Boris, agar bocah itulah yang menjawab pertanyaan yang akan dilontarkannya di depan pengawas. Pak guru pun mulai mengajukan pertanyaan.
"Kucing kami baru saja beranak lima ekor," jawab Boris, "Mereka semuanya demokrat sejati..!"
Pak guru kaget dan tergagap. "Ta..tapi Boris, minggu lalu jawabanmu bu.. bukan itu."
"Bu Guru, setelah satu minggu mata anak-anak kucing itu sudah terbuka lebar..!"
Rezky Aditya Mau Dahsyat Tanpa Target



| | |
| Setelah dua tahun berkecimpung di dunia hiburan tanah air, Rezky Aditya mengaku masih menjalani karirnya dengan santai dan tanpa target. Sampai saat ini pria yang dikenal lewat sinetron berjudul Suci itu masih menjalani apa yang ada dihadapannya dengan semaksimal mungkin. Namun bukan berarti Ia tidak mempunyai harapan untuk pekerjaannya. Mantan coverboy ini mempunyai harapan agar karirnya dapat menjadi lebih baik dan jauh lebih cemerlang dari sekarang ini. Tidak hanya itu saja, Rezky juga menyimpan asa agar diberi kejelasan dari semua masalah yang sampai saat ini masih belum jelas dihadapan matanya. |
California court issues warrant for Lindsay Lohan
An arrest warrant has been issued for actress Lindsay Lohan, possibly in connection with a 2007 drunken driving arrest after she crashed her Mercedes-Benz into a tree, police said Saturday.
A judge at Los Angeles Superior Court in
"We believe it has to do with her arrest for DUI," Foxen said. He said he did not have any other details about the warrant.
Shawn Chapman Holley, Lohan's attorney, said in a statement Saturday that her client has complied with the terms of probation and all court orders.
"The warrant issued on Friday was, in our view, born out of a misunderstanding which I am confident I can clear up next week," she said.
The
However, a court hearing for Lohan is scheduled for Monday and it "apparently has something to do with Ms. Lohan's probation," Gibbons said. "We don't know exactly what it's about. The court contacted the defense directly, not us."
The 22-year-old star of the 2004 movie "Mean Girls" was arrested during the Memorial Day weekend in 2007 after crashing her Mercedes in
She was arrested again last July after the mother of her former personal assistant reported that her car was being chased by an SUV. Police said Lohan was at the wheel of the SUV and she was arrested in
In connection with those cases, Lohan pleaded guilty in August 2007 to two misdemeanor counts of being under the influence of cocaine; no contest to two counts of driving with a blood-alcohol level above 0.08 percent and one count of reckless driving.
Lohan spent 84 minutes in jail and had to perform community service and undergo drug-rehabilitation treatment.
At the time, she released a statement through her publicist that read: "It is clear to me that my life has become completely unmanageable because I am addicted to alcohol and drugs."
Lohan also was placed on probation for three years. A prosecutor warned that she if she violated the terms of the probation Lohan could face up to a year in jail on each of the drunk-driving and cocaine charges and 90 days on the reckless-driving charge. Violations could include failing to complete a drug test or report to her probation officer.
The Job cuts are inevitable, Abdullah tells Jakarta
Rabu, 11 Maret 2009
Mak Comblang yang Apes

Hari itu disidang Pengadilan Negeri, seorang Hakim yang akan menjatuhkan vonisnya lebih dahulu bertanya pada tertuduh dengan satu pertanyaan yang diluar perkara pidana yang sedang diadili waktu itu. Pak Hakim itu bertanya : "Sambil lalu rasa-rasanya aku mengenali wajahmu, dimana ya dulu kita pernah bertemu ?", Siapa sangka tertuduh itu menjawab dengan cepat dan bersemangat, "Lha kan sayalah yang menjadi perantara (comblang) sehingga Bapak menikah dengan Atun tetangga saya 25 tahun yang laluuu...." Apa mau dikata Hakim itu dengan geramnya menimpali jawaban itu sembari memukulkan palunya : "Bagus kalu begitu, akhirnya kutemukan juga BIANG KEROKNYA hari ini, sesudah sekian lamanya hidupku tersiksa dengan isteri yang boros, cerewet, mandul dan tidak setia itu, makanya dengan ini kujatuhkan vonis 30 tahun penjara!!!!!"











