Selasa, 07 Juli 2009

Panduan Mencontreng dengan KTP dan Paspor


Selasa, 7 Juli 2009 | 08:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mahkamah Konstitusi memutuskan kartu tanda penduduk dan paspor dapat digunakan untuk memilih pada pemilihan umum presiden, Rabu 8 Juli 2009. Penggunaan KTP dilakukan untuk pemilihan di dalam negeri, sedangkan paspor untuk pemilihan di luar negeri.

Keputusan ini dibacakan dalam persidangan Senin (6/7). MK mengabulkan permohonan Refly Harun dan Maheswara Prabandono, dua warga negara yang kehilangan hak pilih pada pemilu legislatif lalu karena namanya tidak tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Bagaimana teknis penggunaan KTP dan paspor untuk mencontreng. Berikut panduan yang disarikan berdasarkan putusan MK tersebut.

1. Pemilih dengan KTP hanya akan dilayani jika membawa kartu keluarga atau data sejenis.

2. Pelaksanaan hak pilih dengan KTP hanya dapat dilakukan di tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di RT/RW sesuai alamat KTP.

3. Pemilih dengan KTP harus mendaftarkan diri kepada petugas.

4. Pelaksanaan hak pilih dengan KTP hanya akan dilayani pada satu jam sebelum penutupan TPS yaitu antara pukul 12.00-13.00.

5. Pemilih dengan KTP menggunakan surat suara sisa dari pemilih yang tidak menggunakan suaranya dan surat suara cadangan.

6. Jika surat suara sesuai DPT dan cadangan habis, para pemilih dengan KTP dapat dialihkan ke TPS terdekat.

7. Jika tetap kekurangan surat suara, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) bisa mendapatkan surat suara dari TPS lain dalam satu desa atau kelurahan.

8. Proses pengalihan surat suara harus menggunakan berita acara penyerahan dan penerimaan dengan format yang dibuat sendiri oleh petugas KPPS.

9. Pemilih dengan paspor harus mendapat persetujuan dari panitia pemilihan setempat atau panitia pemilihan luar negeri.

kata-kata Romantis


Mengenalmu adalah suatu anugerah
Menyakitimu adalah suatu larangan
Mendampingi hidupmu adalah suatu kebahagiaan
Meninggalkanmu adalah suatu kebodohan

Senin, 29 Juni 2009

Diusulkan, Penerima BLT Jangan yang Merokok


Senin, 29 Juni 2009 | 14:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Syarat bagi penerima bantuan tunai langsung (BLT) selama ini masih kurang. Pemerintah seharusnya menambahkan penerima BLT berasal dari keluarga yang tidak mengonsumsi rokok.

Data yang didapat dari analisis survey ekonomi nasional tahun 2006 sampai 2007 sebanyak dua per tiga penerima BLT menggunakan dana yang mereka dapat untuk konsumsi rokok. "Penerima BLT itu 19 juta orang dan 12 juta di antaranya menghabiskan dana sebesar Rp 172.000 dari dana BLT yang mereka terima untuk konsumi rokok," ujar Tulus Abadi, pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia di Jakarta, Senin (28/6).

Ia menerangkan, dalam sehari, perokok dapat mengonsumsi sebanyak 11 batang rokok. "Dan masyarakat kota mengonsumsi rokok lebih banyak daripada masyarakat desa," ujarnya.

Jika syarat tersebut ditambah, kata tulus, dana BLT dapat dialokasikan untuk konsumsi yang lebih bermanfaat. "Uang itu bisa dipakai untuk membeli makanan yang bergizi sehingga kesehatan anak meningkat. Dana tersebut bisa untuk dana pendidikan," tuturnya.

Selain itu, menurut Tulus, rumah tangga yang mengonsumsi rokok tidak dapat dikategorikan sebagai keluarga miskin. Pasalnya, rumah tangga tersebut dapat membeli rokok yang dapat dikategorikan sebagai barang mewah.

Ia menerangkan, masalah rokok adalah masalah yang serius. Pasalnya, dalam satu tahun konsumsi rokok seluruh masyarakat Indonesia mencapai angka Rp 200 triliun. Ia juga pernah menemukan suatu kasus, seorang nelayan lebih rela anaknya dikeluarkan sekolah daripada ia tidak mengonsumsi rokok. "Ada juga nelayan yang marah-marah karena uang sekolah anaknya naik, padahal uang sekolah hanya Rp 7.500 perbulan, sedangkan uang rokok yang ia habiskan sebesar Rp 276.000, ini kan konyol," katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah harus memutuskan mata rantai itu, misalnya dengan cara memperketat aturan penjualan rokok atau untuk menaikkan cukai rokok. "Dengan begitu, tingkat konsumsi rokok akan kurang, dana yang ada bisa dialokasikan ke pos yang lain," tandasnya.

Pasangan Calon Cuma Doyan Perang Kata, Tak Substansial


Senin, 29 Juni 2009 | 13:17 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Kampanye negatif yang kerap dilontarkan masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden kepada pasangan lain umumnya tak menjurus ke hal-hal yang substansial. Cenderung remeh-temeh dan sepele.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Lili Romli, melihat, kecenderungan para pasangan calon yang hanya doyan saling melemparkan kritik atau perang kata-kata yang tak substantif ini karena mereka sendiri belum memiliki rencana program dan kebijakan yang lebih implementatif dibandingkan pasangan yang diserangnya.

"Akibatnya cenderung hanya perang kata-kata. Mereka enggan masuk ke hal yang substantif karena mereka sendiri belum punya program yang realistis dan dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat. Hanya Jusuf Kalla yang agak praktis, tapi mereka semua ya normatif saja," tutur Lili kepada Kompas.com seusai konferensi pers bertajuk "Pilpres dan Kampanye Negatif" di Omah Sendok, Jakarta, Senin (29/6).

Menurut Lili, perang kata-kata yang tak substantif tampak jelas pada bidang pendidikan, pengangguran, dan pemberantasan kemiskinan. Perang kata-kata yang sepele juga berkembang dalam perdebatan terkait isu kerudung atau jilbab dan karakter kepemimpinan calon tertentu.

"Serangan tidak menukik pada apa kelemahan program dan kebijakan itu. Setelah itu, baru mereka bisa katakan kami tawarkan program dan kebijakan seperti ini," tutur Lili.

Padahal, serangan-serangan yang bersifat substantif, menurut Lili, dapat mencerdaskan publik sebagai calon pemilih untuk tidak hanya mengetahui sisi positif calon dari iklan politik, tapi juga sisi negatifnya. Namun, sekarang, yang terjadi tidak demikian.

Ia menengarai, mungkin kandidat dan timnya khawatir akan terjadi blunder jika mereka melemparkan kampanye negatif terhadap pasangan calon lain. "Namun, kemungkinan ini tidak sebesar kemungkinan bahwa para pasangan memang tidak memiliki program dan rencana kebijakan yang cukup riil," ungkap Lili.

Ia mencatat, iklan yang berisi serangan tidak sebanyak saat menjelang pemilu legislatif lalu. Padahal, menurut Lili, iklan seperti ini diperlukan untuk mengimbangi maraknya iklan capres yang lebih menonjolkan positif dan kelebihan calon. Selain itu, Lili juga menyayangkan diboikotnya rencana iklan pasangan Mega-Pro oleh beberapa media.

KPU Bantah Ada Surat Suara Rusak di Bandung


Senin, 29 Juni 2009 | 13:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah adanya surat suara rusak sebanyak 255.000 di Kota Bandung. Menurut Wakil Kepala Biro Logistik KPU Boradi, KPU Pusat belum menerima laporan dari KPU Kota Bandung. "Yang di Bandung kok tidak ngomong kepada kami, malah ngomong kepada wartawan. Surat suara rusak dari Bandung sampai sekarang saya belum terima laporan," kata Boradi ketika ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Senin (29/6).

Sebelumnya, KPU Bandung diberitakan bingung memutuskan status 255.000 surat suara untuk Pemilu Presiden 2009, apakah digunakan atau tidak. Pasalnya, setelah penyortiran, ditemukan surat suara dengan yang memiliki noda titik-titik berwarna hitam, bercak warna merah, ataupun bercak kuning.

Menanggapi hal ini, Boradi justru marah. Ia mengatakan, KPU Pusat sebelumnya telah melakukan sosialisasi dan menjelaskan kategori surat suara rusak ke KPU daerah saat rakor di Hotel Borobudur, Jakarta. "Saya sudah jelaskan kategori surat suara rusak yang mana, kok mereka masih tidak tahu," tuturnya.

Ia mengakui, dirinya telah meminta KPU Bandung untuk melakukan konfirmasi dan mengirimkan contoh surat suara tersebut. Namun, hingga kini KPU Bandung belum memberi konfirmasi terkait hal ini.

"Saya minta kalau sudah disortir segera dilaporkan kepada kami. Sudah disuruh kirim e-mail, tetapi sampai sekarang belum ada. Kalau rusak 100 wajar, tetapi kalau rusak ribuan saya minta bukti fisiknya," katanya.

Ia menjelaskan, di sejumlah daerah juga ditemukan surat suara rusak, misalnya di Jatim ditemukan ada sekitar 20.000 surat suara yang rusak, Jateng (4.000), dan di Bekasi (10.000). Ia mengakui, ada beberapa daerah yang belum menyampaikan laporan tertulis tentang surat suara rusak ke KPU Pusat.

"Toleransinya kalau saya maunya minggu kemarin terakhir. Supaya kami cepat bisa memenuhi itu," ujarnya.

Senin, 22 Juni 2009

Survei IDM: Mega-Prabowo Ungguli SBY-Boediono

Survei Indonesia Develompent Monitoring (IDM) menunjukkan hasil yang mengejutkan. Berbeda dengan survei-survei yang telah dirilis sebelumnya, yang selalu menempatkan pasangan SBY-Boediono di urutan teratas. Survei IDM justru menempatkan SBY-Boediono di peringkat kedua, dibawah pasangan Megawati-Prabowo di posisi puncak. Survei dilakukan 1-16 Juni 2009.

Dalam jumpa pers, Senin ( 22/6 ), dipaparkan, elektabilitas Mega-Prabowo mencapai 44,3 persen, disusul SBY-Boediono 30,43 persen dan JK-Wiranto dengan 13,2 persen. Reponden yang menyatakan abstain sebesar 12,8 persen.

Pertanyaan yang diajukan pada 2.047 responden, siapa pasangan capres dan cawapres yang dipilih, dengan latar belakang prestasi pemerintah di bidang hukum, keamanan, ekonomi dan politik. Direktur Eksekutif IDM, Dwi Mardianto, sebelum ditanyakan sudah mengatakan bahwa lembaga survei yang dipimpinnya independen dan membiayai surveinya secara mandiri.

"Tidak etis jika sebuah survei yang hasilnya diumumkan kepada publik dibiayai oleh pihak yang berkepentingan terhadap hasil survei," kata Dwi, di Jakarta.

Namun, persentase hasil survei yang dipaparkan hanya tingkat elektabilitas ketiga pasangan. Survei yang dilakukan terhadap 2.047 responden itu memiliki confidence interval 2,17 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Dwi menjelaskan, 1.550 responden terpilih diwawancarai melalui tatap muka dan telepon oleh pewawancara yang telah dilatih. Sementara itu, 497 responden terpilih juga diwawancara dengan pertanyaan SMS yang dikirimkan kepada responden.

Ketua Pedoman Indonesia, Fadjrul Rakhman, yang hadir sebagai pembedah survei mengkritisi hasil survei ini. "Membuka pertanyaan kepada publik sesuatu yang baik. Tapi, meskipun lembaga survei menyatakan independen, pertanyaan yang diajukan bisa tidak independen dan jawabannya memang mengarah ke pasangan nomor satu (Mega-Prabowo)," ujar Fadjrul.

Selasa, 28 April 2009

Luna Maya jengkel ditanyai soal gosip oleh media


Luna Maya yang sekarang sering mengalami kambuh sakit asmanya, merasa jengkel dengan media yang selalu mengejar pertanyaan seputar gosip. Luna yang seorang selebriti patut dimaklumi juga jika merasa jengkel pertanyaan yang masih tentu kebenarannya.

Begitu juga dengan media akan terus mengejar karena belum mendapatkan jawaban yang pasti dari Luna mengenai gosip yang beredar. Keduanya juga patut dimaklumi juga, karena jika mencari salahnya semua juga salah kalau mencari siapa yang benar semuanya juga benar. Hanya masalah profesi saja, bukan masalah kemanusiaan.

Gosip terakhir yang menghampiri Luna Maya saat ini mengenai nikah siri dan mengenai Aura Kasih yang dikabarkan merebut Ariel Peterpan. Luna menghadiri acara premiere film ASMARA DUA DIANA di Planet Hollywood menjadi kejaran orang media.

Tolong kalau nggak ada jangan dibilang ada. Capek,” kata Luna dengan jengkelnya.

Luna merasa jengkel ketika dimintai keterangan mengenai pernikahan sirinya dengan Ariel dengan memberi jawaban pendek yang artinya bahwa nikah siri itu tidak ada.

Sedangkan pertanyaan seputar Aura Kasih, Luna Maya menunjukkan sikap ramah menghampiri Aura Kasih yang kemudian memeluk Aura Kasih dari belakang.

Masak kayak gini ada musuhan.”

Puas lu? Senang kan lu?” katanya dengan emosi.

Baru kali ini mungkin Luna Maya menunjukkan emosinya didepan media karena gosip menghampirinya.

Emosi yang tinggi dan mungkin juga perasaan yang mungkin ada benarnya, menyebabkan Luna Maya panik akhirnya Luna Maya salah masuk ke mobil managernya, Vitalia Ramona yaitu Nissan Grand Livina warna Silver.

Rabu, 15 April 2009

Demokrat


Partai Demokrat berjaya dalam penghitungan sementara di Tempat Pemungutan Suara 03 Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Partai Demokrat unggul dengan 223 suara. Diikuti Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dengan selisih cukup besar, yaitu 43 suara.

Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapatkan 11 suara, Partai Golkar 10 suara, diikuti partai lainnya, seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) dengan satu atau dua suara. Yang mengejutkan partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tak mendapatkan satupun suara di TPS tempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengikuti pemilu ini.

Hasil rekapitulasi pemilihan anggora DPR, 11 surat suara dinyatakan tidak sah dari 309 surat suara. Sedangkan 30 persen di antaranya atau 88 suara dinyatakan tidak sah karena kebanyakan pemilih tak mencontreng satupun foto dalam surat suara.

Di TPS 20 Menteng, Jakarta Pusat, tempat Wakil Presiden Jusuf Kalla memilih, partisipasi warga mengikuti pemilu terbilang cukup rendah. Hanya 142 orang yang ikut serta dalam pesta demokrasi lima tahunan ini dari total 270 orang atau sekitar 53 persen.

Di TPS ini 10 surat suara untuk DPR tidak sah. Petugas menemukan penandaan pada kertas suara yang tidak sesuai dengan yang telah ditentukan Komisi Pemilihan Umum. Salah satunya adalah mencontreng sekaligus memberi pembulatan. Hal lainnya adalah banyak pemilih yang lebih menandai parpol ketimbang suara calon anggota legislatif.

Total perolehan suara untuk DPR di TPS ini, Partai Demokrat unggul dengan 48 suara, Golkar 23 suara, PDIP dan Gerindra memperoleh angka sama dengan 18 suara. Posisi kelima diduduki PKS dengan delapan suara.

DI TPS 37, tempat Megawati Sukarnoputri, mencontreng, penghitungan surat suara dilakukan sejak pukul 13.00 WIB. Di tempat ini PDIP unggul dengan 75 suara. Disusul dengan PKS 36 suara. Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrat mendapatkan perolehan sama yakni 20 suara. Golkar 10 suara dan PAN 1 suara.(YNI/Tim Liputan 6 SCTV)

Selasa, 07 April 2009

PERSAHABATAN



Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.

Senin, 06 April 2009

Cara Memposting Artikel

Bagi anda yang mengalami sedikit kendala tentang tata cara memposting suatu artikel kedalam blog, maka kali ini akan di bahas tentang tata cara posting di blogger.com. Di dalam menu posting ada beberapa toolbar yang bisa anda gunakan.Jika anda sudah terbiasa menggunakan microsoft Word ataupun microsoft Excel tentu barangkali tidak akan mengalami kesulitan ketika memposting suatu artikel, tapi mungkin tidak ada salahnya bila saya bahas sekilas tentang ini, barangkali ada di antara teman kita yang masih bingung.

Toolbar yang ada ketika posting :

--> Untuk merubah jenis hurup yang di gunakan

--> Untuk merubah ukuran hurup (heading)

--> Untuk Menebalkan hurup

--> Untuk memiringkan hurup

--> Untuk merubah warna hurup

--> Untuk membuat link

--> Untuk membuat artikel menjadi rata kiri

--> Untuk membuat tulisan menjadi di tengah

--> Untuk membuat artikel menjadi rata kanan

--> Untuk membuat artikel menjadi rata kiri dan rata kanan

--> Untuk membuat sub bahasan oleh angka

--> Untuk membuat sub bahasan oleh bullet

--> Untuk mengecek spelling

--> Untuk memasukan gambar(upload gambar)

--> Untuk membuat artikel dalam kode HTML

--> Untuk membuat artikel dalam mode Compose (biasa)

--> Untuk me review (melihat) artikel

Cara penggunaan toolbar di atas adalah blok (beri tanda) terlebih dahulu tulisan yang akan di edit, kemudian tekan tombol toolbar yang di inginkan.

Langkah-langkah dalam memposting suatu artikel:

1. Sebaiknya klik terlebih dahulu “ Edit HTML”,jika langsung di mode “Compose”, sering terjadi hang pada komputer (pengalaman saya pribadi). Copy artikel yang telah anda buat sebelumnya, kemudian paste di area posting. Edit sesuai dengan kemauan anda.


2. Klik tombol “ compose “ untuk melakukan editing (jika anda masih bingung dengan kode HTML).


3. Klik tombol tool yang berlambang “ panorama” berwarna biru, jika anda ingin memasukan gambar ataupun photo untuk menghiasi posting-an anda.


4. Klik tombol “ Preview “ untuk melihat hasil posting-an anda yang nantinya akan tampil di dalam blog, barangkali masih ada yang perlu di edit.


5. Klik tombol “ publish “. Selesai. Tulisan hasil karya anda akan bisa dilihat dan di baca oleh seluruh dunia.


Selasa, 31 Maret 2009

Tugas Bayi

Ketawa-Ketawi (Pejabat Anti Korupsi)

Setelah proyek multimilyar dollar selesai, sang dirjen kedatangan tamu bule wakil dari HQ kantor pemenang tender. Udah 7 tahun di Jakarta jadi bisa cakap Indonesia.

Bule: "Pak, ada hadiah dari kami untuk bapak. Saya parkir dibawah mercy S 320."

Dirjen : "Anda mau menyuap saya? ini apa-apaan? tender dah kelar kok. jangan gitu ya, bahaya tau haree genee ngasih-ngasih hadiah."

Bule: "Tolonglah pak diterima. kalau gak, saya dianggap gagal membina relasi oleh kantor pusat."

Dirjen: "Ah, jangan gitu dong. saya gak sudi!!"

Bule (mikir ): "Gini aja, pak. gimana kalau bapak beli saja mobilnya..."

Dirjen: "Mana saya ada uang beli mobil mahal gitu!!"

Bule menelpon kantor pusat.

Bule: "Saya ada solusi, Pak. bapak beli mobilnya dg harga rp.10.000,- saja."

Dirjen: "Bener ya? OK, saya mau. jadi ini bukan suap. pake kwitansi ya.."

Bule: "Tentu, Pak.."

Bule menyiapkan dan menyerahkan kwitansi. dirjen membayar dengan uang 50 ribuan. mereka pun bersalaman.

Bule (sambil membuka dompet ): "Oh, maaf Pak. ini kembaliannya Rp.40.000,-."

Dirjen: "Gak usah pakai kembalian segala. tolong kirim 4 mobil lagi ke rumah saya ya..."

Bule : @#$%^&**(

Pesan Orang Tua

"Jangan pernah menikah dengan orang satu kampung."

"Kenapa?"

"Karena satu saja sudah bikin repot, apalagi kalau sekampung"

Rabu, 18 Maret 2009

Berita Pemilu 2009 Pemimpin Parpol Tak Dikenal Publik

Sosok pemimpin sejumlah partai, termasuk partai yang sudah ikut pemilu sejak 1999, ternyata relatif tidak dikenal publik. Hasil survei Indonesia Research Development Institute (IRDI) yang digelar pada 5-12 Juli lalu menunjukkan, sosok pemimpin sejumlah partai ini kalah terkenal dibanding senior masing-masing.

Hasil survei itu juga memperlihatkan bahwa publik tidak mengenal nama-nama parpol baru peserta Pemilu 2009. Tingkat ketidaktahuan ini bahkan mencapai 84,5 persen.

Survei IRDI dilakukan terhadap 2.600 responden yang tersebar di 33 provinsi dengan proporsi kota 57,3 persen dan desa 42,7 persen. Tingkat kepercayaan survei ini 95 persen dengan sampling error 1,9 persen.

Menurut hasil survei itu, tokoh-tokoh lama parpol jauh lebih dikenal publik ketimbang figur-figur yang secara faktual kini memimpin masing-masing parpol. Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir, misalnya, hanya dikenal 24,96 persen responden. Sebanyak 58,23 persen responden ternyata masih menganggap Amien Rais sebagai Ketua Umum DPP PAN. Padahal, Soetrisno sudah sangat intensif mengiklankan diri di media massa lewat slogan "hidup adalah perbuatan".

Tifatul Sembiring juga ternyata relatif tak dikenal publik sebagai pemimpin puncak Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hanya 10,15 persen responden yang mengetahui Tifatul adalah Presiden PKS. Sementara 60,88 persen responden justru menyebut Presiden PKS adalah Hidayat Nur Wahid.

Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (9,88 persen) dan Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo (10,58 persen) juga kalah populer dibanding Hamzah Haz dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebanyak 62,15 persen responden menyatakan Hamzah Haz sebagai Ketua Umum PPP, dan 67,65 persen menyebut SBY sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Sementara Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri boleh berbangga hati. Publik mengenal betul bahwa mereka adalah ketua umum partai masing-masing. Mega meraih 80,58 persen dan Jusuf Kalla 43,58 persen.

Arbi Sanit, pengamat politik yang juga mantan Ketua KPU menilai, minimnya popularitas pemimpin partai politik dan rendahnya pengetahuan publik terhadap parpol-parpol baru karena belakangan ini banyak pemimpin partai yang lahir secara instan, tidak melalui proses pengaderan dari bawah sehingga mereka tidak dikenal oleh publik luas.

"Di Indonesia, umumnya orang memilih partai masih melihat figur, bukan konsep atau program partai sebagaimana yang terjadi di negara maju. Karena itu, partai yang dipimpin oleh figur terkenal akan mendapatkan suara signifikan. Sebaliknya partai yang dipimpin oleh figur yang tidak terkenal, tidak akan dipilih," kata Arbi. (Dikutip dari Suara Karya)

Kucing Kami Demokrat Sejati

Kisah ini terjadi pada tahun 1960, ketika Partai Komunis berkuasa di Rusia.

Di sebuah sekolah dasar di Moskow, Boris yang berusia enam tahun diminta gurunya memberikan contoh sebuah anak kalimat yang menerangkan sifat.

"Kucing kami baru saja beranak lima ekor," kata Boris, "Yang semuanya komunis sejati."

Bukan main senangnya hati pak guru melihat penguasaan Boris akan tata bahasa sekaligus slogan partai. Kalau nanti pengawas pendidikan dating ke sekolah itu, maka gurunya meminta Boris yang menjawab.

Minggu berikutnya, ketika pengawas pendidikan mengunjungi kelasnya, pak guru memberi isyarat pada Boris, agar bocah itulah yang menjawab pertanyaan yang akan dilontarkannya di depan pengawas. Pak guru pun mulai mengajukan pertanyaan.

"Kucing kami baru saja beranak lima ekor," jawab Boris, "Mereka semuanya demokrat sejati..!"

Pak guru kaget dan tergagap. "Ta..tapi Boris, minggu lalu jawabanmu bu.. bukan itu."

"Bu Guru, setelah satu minggu mata anak-anak kucing itu sudah terbuka lebar..!"

Rezky Aditya Mau Dahsyat Tanpa Target



Setelah dua tahun berkecimpung di dunia hiburan tanah air, Rezky Aditya mengaku masih menjalani karirnya dengan santai dan tanpa target. Sampai saat ini pria yang dikenal lewat sinetron berjudul Suci itu masih menjalani apa yang ada dihadapannya dengan semaksimal mungkin. Namun bukan berarti Ia tidak mempunyai harapan untuk pekerjaannya.

Mantan coverboy ini mempunyai harapan agar karirnya dapat menjadi lebih baik dan jauh lebih cemerlang dari sekarang ini. Tidak hanya itu saja, Rezky juga menyimpan asa agar diberi kejelasan dari semua masalah yang sampai saat ini masih belum jelas dihadapan matanya.

California court issues warrant for Lindsay Lohan

An arrest warrant has been issued for actress Lindsay Lohan, possibly in connection with a 2007 drunken driving arrest after she crashed her Mercedes-Benz into a tree, police said Saturday.

A judge at Los Angeles Superior Court in Beverly Hills issued the warrant on Friday and it carries a bail amount of $50,000, Sgt. Mike Foxen said.

"We believe it has to do with her arrest for DUI," Foxen said. He said he did not have any other details about the warrant.

Shawn Chapman Holley, Lohan's attorney, said in a statement Saturday that her client has complied with the terms of probation and all court orders.

"The warrant issued on Friday was, in our view, born out of a misunderstanding which I am confident I can clear up next week," she said.


The Job cuts are inevitable, Abdullah tells Jakarta

Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono, right, walks with Malaysian Prime Minister Abdullah Ahmad Badawi prior to their meeting at Merdeka Palace in Jakarta, Indonesia, Tuesday, March 17, 2009. | JAKARTA: Retrenchment of workers, including foreigners, is unavoidable in these trying economic times, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi has told Indonesians. | The Prime Minister said that while Mal... (photo: AP / Dita Alangkara)
Badawi Jakarta Malaysia Photos Politics

Rabu, 11 Maret 2009

Mak Comblang yang Apes



Hari itu disidang Pengadilan Negeri, seorang Hakim yang akan menjatuhkan vonisnya lebih dahulu bertanya pada tertuduh dengan satu pertanyaan yang diluar perkara pidana yang sedang diadili waktu itu. Pak Hakim itu bertanya : "Sambil lalu rasa-rasanya aku mengenali wajahmu, dimana ya dulu kita pernah bertemu ?", Siapa sangka tertuduh itu menjawab dengan cepat dan bersemangat, "Lha kan sayalah yang menjadi perantara (comblang) sehingga Bapak menikah dengan Atun tetangga saya 25 tahun yang laluuu...." Apa mau dikata Hakim itu dengan geramnya menimpali jawaban itu sembari memukulkan palunya : "Bagus kalu begitu, akhirnya kutemukan juga BIANG KEROKNYA hari ini, sesudah sekian lamanya hidupku tersiksa dengan isteri yang boros, cerewet, mandul dan tidak setia itu, makanya dengan ini kujatuhkan vonis 30 tahun penjara!!!!!"

Uang Tommy di BNP Paribas Masih Dibekukan


Uang milik Tommy Soeharto atau Hutomo Mandala Putra di Banque National De Paris (BNP) Paribas sebesar 36 juta euro, masih dibekukan terkait upaya kejaksaan yang mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) Inggris.